Peta yang Retak: novel

peta yang retak

♦Judul: Peta yang Retak: novel ♦Penulis: EM Ali ♦Penerbit: AKYPress dan Jendela ♦Edisi: I, Oktober 2002 ♦Tebal: 15x21cm; 349 hlm

Kita diajaknya mengenal realitas di balik kenyataan yang dibentuk olrh realitas itu sendiri. Realitas itu diciptakan oleh tekong Indonesia maupung tekong Malaysia, baik pemerintah maupun swasta yang hanya berpikir bagaimana membuat jalur-jalur perdagangan manusia tanpa melihat kemanusiaan itu sendiri. (Izzy, mahasiswa HI UMY)

Dengan gaya bahasa dan tuturan yang tak sekadar sederhana, juga menggugah; novel ini mencatat perjalanan perempuan asalh daerah yang tidak tergambar dalam peta nusantara. Perjalanannya bermula karena legenda kerja di Malaysia dan kemiskinan, yang akhirnya mengubahnya menjadi perempuan yang kuat sekaligus rapuh. Dia tidak sadar kalau semuanya itu rekayasa dari sistem dan struktur sosial yang tidak berpihak pada keadilan. (Rafael, aktivis gerakan sosial)

Novel ini sangat kaya kan informasi mengenai gelap terang kehidupan TKI di Malaysia dan kaitannya dengan berbagai persoalan sosial politik ketika seseorang akan, sedang maupun sudah menjadi TKI. Novel yang membuat gemas dan gerah kepada siapapun yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, terutama buruh migran perempuan. (Farida, Solidaritas Prempuan Kinasih)

>> opini, komentar, ulas buku:

Pinterest
Katalog, , Permalink

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *


2 + empat =

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>