Category Archives: Comments

Brief comments of our readers about the news published here and any other related issues on ECOSOC rights.

Response to the Report on Tubang Community Health Center

“Menindaklanjuti berita yang dimuat dalam Sorak Edisi Nomor 6/Tahun II, Januari 2012, yang disampaikan oleh Gerradus Ndomboal Kaize (Warga Kampung Okaba) pada tanggal 1 Februari 2012, maka berikut ini ulasan singkat mengenai PUSKESMAS Tubang. PUSKESMAS Tubang mulai dibangun pada bulan Juli 2010. Saat itu, pelayanan kesehatan di wilayah Distrik Tubang masih dilakukan oleh PUSKESMAS Okaba dengan menggunakan sistem patrol (POSYANDU-PUSLING) setiap 3-4 bulan sekali. Pada tanggal 18 Mei 201, saat RAKER Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, ditunjuklah dr. Audric Komala (saat itu masih menjabat sebagai Kepala PUSKESMAS Ngguti) sebagai Kepala PUSKESMAS Tubang, terhitung mulai tanggal 27 Mei 2011, melalui Surat Perintah No. 800/1152 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dalam hal ini dr. Stevanus E. Osok, M.Kes.MM selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke.

Pada awal berdirinya, PUSKESMAS Tubang terdiri dari satu orang dokter, yakni dr. Audric Komala disertai dengan satu orang Bidan, yaitu Adriana F. Ohoiwutun (sebelumnya melayani sebagai Bidan PUSTU Jagebob selama 3 tahun, lalu PUSTU Wambi selama 2 tahun, kemudian PUSTU Makaling selama 9 tahun, tetapi melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke No.440/400/2011, tanggal 21 Februari 2011, diangkat sebagai Pengelola Dana BOK PUSKESMAS Tubang), kemudian satu orang Penyuluh Kesehatan (S.Km bidang PromKes), yakni Habel Y.L.Tanate (sebelumnya melayani di PUSKESMAS Ngguti, melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke No.440/684/2011, tanggal 5 April 2011, sebagai Pengelola Dana Operasional PUSKESMAS Tubang), serta satu orang Mantri, yakni Wisnu Broto, yang bertugas terlebih dahulu sebagai Petugas PUSTU Kampung Dokib (melalui Surat Perintah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke No.800/341/2011, tanggal 1 Februari 2011). Kepala PUSKESMAS dan Bidan melakukan kunjungan pertama ke PUSKESMAS Tubang pada tanggal 8 Juli 2011 dan telah melaporkan hasil kunjungan pertama berupa foto dan rekaman video PUSKESMAS Tubang kepada Sekretaris Distrik dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Karena minimnya jumlah tenaga kesehatan PUSKESMAS Tubang, ditambah lagi pada bulan Juli-Agustus ada kegiatan pra-jabatan yang harus diikuti oleh Habel Y.L. Tanate dan Wisnu Broto, maka kegiatan pelayanan kesehatan PUSKESMAS Tubang dibantu oleh tenaga kesehatan dari PUSKESMAS lain. Berikut ini ialah nama-nama petugas yang pernah membantu Tim PUSKESMAS Tubang:

• Rishal S. Limbong (PUSKESMAS Ngguti), bulan Juli 2011
• Christin L.A. Ulorlo (PUSKESMAS Okaba), bulan Agustus, September, Desember 2011
• Rachman (PUSKESMAS Okaba), bulan September 2011

Karena alat-alat kesehatan di PUSKESMAS Tubang belum dikirim dari Dinas Kasehatan Kabupaten Merauke, maka pelayanan kesehatan yang dilayani oleh PUSKESMAS Tubang kepada lima kampung (Yowied, Dokieb, Wamal, Dodalim, Woboyo) masih menggunakan sistem patrol (POSYANDU-PUSLING) dari Okaba setiap bulan. Berikut ini jadwal pelayanan kesehatan yang telah berjalan pada tahun 201:

• 23-30 Juli 2011
• 14-25 Agustus 2011
• 9-16 Oktober 2011
• 10-15 November 2011
• 9-8 Desember 2011

Pada bulan September 2011, Tim PUSKESMAS Tubang mendapat tambahan tenaga kesehatan honorer satu perawat, yakni Retnaningsih Pujiastuti (Surat Perintah No.800/169, tanggal 12 Juli 2011). Pada bulan Oktober 2011, satu orang Mantri bergabung juga dengan Tim PUSKESMAS Tubang, yakni Yanuarius Wengmo (Surat Perintah No.800/1978, tanggal 4 Agustus 2011). Kemudian pada bulan Desember 2011, mendapat tambahan lagi lima orang perawat honorer, yakni: Femy D.Tondingan, Izzati Qhoirinnasyah, Siti Nurhayati, Susi Susanti, Wiliyanti. Pada bulan Februari 2012, Kornelia Ameyop mulai melayani juga di PUSKESMAS Tubang melalui Surat Perintah No.800/2144, tanggal 15 Juli 2011).

Lingkungan PUSKESMAS Tubang sudah dua kali dilakukan pembersihan. Yang pertama tanggal 24 Agustus 2011 dan pada tanggal 17 Januari 2012. Yang terakhir, dibersihkan dalam rangka persiapan untuk memulai pelayanan kesehatan secara rutin setiap hari di PUSKESMAS serta persiapan untuk segera ditempati. Hal ini disebabkan dari sejak dibentuknya Tim PUSKESMAS Tubang, Tim PUSKESMAS Tubang masih menumpang tinggal di SMP Negeri Tubang yang berjarak sekitar 200 meter dari PUSKESMAS atas kebijakan Kepala Sekolah SMP Negeri Tubang, yakni Paulus Sarkol. Kondisi bangunan Barak Tenaga Medis tidak ada pintu belakang, tidak ada kunci, saat musim hujan tergenang air (letaknya tidak sejajar/di bawah permukaan tanah bangunan rumah dokter dan PUSKESMAS), septic-tank tidak ada penutupnya, kaca jendela (kaca nako) bisa dibuka dari luar, dan rangka penyangga profil-tank sudah miring. Di lingkungan Puskesmas, sumur serta alat-alat kesehatan maupun meubeler belum tersedia. Obat-obatan untuk pelayanan kesehatan masih dibawa oleh Tim PUSKESMAS Tubang dengan dua kendaraan dinas roda dua dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dan dari Okaba.

Terhitung sejak tanggal 9 Januari 2012, Tim PUSKESMAS Tubang sudah menetap di Tubang dan pelayanan kesehatan dilakukan rutin setiap hari. Pada tanggal 16 Januari 2012, alat-alat kesehatan beserta obat-obatan tiba di PUSKESMAS. Pada tahun 2011, telah dilayani sebanyak 1892 pasien dan sampai dengan tanggal 5 Maret 2012, telah dirujuk 4 orang pasien ke RSUD Merauke dengan menggunakan speed yang disewa dari warga masyarakat. Beberapa kegiatan yang telah dijalankan oleh Tim PUSKESMAS Tubang, antara lain:

• POSYANDU rutin (penimbangan, pelayanan Ibu hamil, imunisasi, pengobatan)
• Imunisasi Anak Sekolah, November 2011
Crash Program Campak, Juli 2011
• Pertemuan Lintas Sektoral, 24 Agustus 2011
• Penjaringan Kesehatan Siswa Sekolah, Agustus-September 2011
• Penyegaran Kader Kesehatan, 17 Desember 2011
• Pemberian Obat Filaria, November-Desember 2011

Demikian ulasan singkat PUSKESMAS Tubang dari sejak awal berdirinya. Ketiadaan tenaga kesehatan jelas akan menyebabkan tidak tercapainya target Millenium Development Goals (MDGS), akan tetapi adanya Petugas Kesehatan yang aktif, juga tidak serta-merta menjamin akan segera tercapainya masyarakat sehat yang berkeadilan pada masyarakat yang telah lama atau jarang mendapat pelayanan kesehatan. Perlu waktu, usaha, dukungan, dari seluruh lintas sektoral untuk merubah dan menanamkan pola pikir sehat bagi kita semua.

Sekiranya melalui tulisan ini, warga masyarakat serta tokoh-tokoh pimpinan dalam lingkup kesehatan maupun pemerintahan dapat menilai dan melihat bahwa masih ada orang-orang yang datang dengan tulus hati untuk bekerja serta melayani masyarakat, walau dengan resiko mempertaruhkan nyawa serta meninggalkan keluarga untuk berada di tempat tugas melayani masyarakat.”

Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in Comments, READERS FORUM | Tagged , , , , | Leave a comment

Forest Has Been Cleared, Animals Gone

In the past, we are no problems in hunting. If we went into the forests in the morning, we may backhome in the afternoon with some wild boars or deers and saham (local language for kangaroo or wallaby –Ed). Now, we should spent days with hard works to find those animals. Since our forests have been cut and cleared by companies, aall of those animals almost gone.

  • Moses Kaize, Villager of Zanegi, District of Animha, Merauke.
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in Comments, READERS FORUM | Tagged , , , , , | Leave a comment

More Distant To Get Food

Local villagers of Zanegi now walking distantly to get foods in the faraway forest (Photo: KIZITO HERU)

The area of Wayau Village is surrounded by great rivers of Bian, Maro and Digoel. If big plantation estates come and cut down the forests, Wayau will look like an empty small island surrounded by huge water of rivers and swamps. If that is really happen, we will go where to get our food? If our hunting and gathering grounds faraway, may we will finally become beggars.

  • Yohanes Samkakai, Villager of Wayau, District of Animha, Merauke.
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in Comments, READERS FORUM | Tagged , , , , | Leave a comment

Not Just Hunting

We are the villagers of Kamangi have usually hunting wild boars using line-traps. Usually, we went hunting twice a week. If lucky, we can get two big wild boars in every huting time, however, sometimes we went home with empty hand. If we got the boars, we can sell part of them at price of IDR 50,000 (about USD 6.0) per kilogram. But we would like to say that we are not arbitrarily hunters. We are only hunting the bigs and not touch the younger and smaller boars. If we have unselectively kill all of them, there is will no more hunting game for us since all the boars have gone.

  • Alfons Yukuyan, Villager of Kamangi, Merauke.
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in Comments, READERS FORUM | Tagged , , , , | Leave a comment

See… Our Road Network…!

One of main obstacles that still and always facing by local people here is bad condition of intervillage roads. Its consequence, among others, are:
* Travelling for pastoral services by church workers have frequently been delayed or even cancelled, especially during rainy season where the roads full of thick muds. In dry season, become big holes along the road where, in certain spots, are deep enough to make motorcycle drivers can fall down.
* Make diffiulcties for teachers and students of local schools. One time, all of them working together to put pieces of wooden trunks to cover up the wholes, just to make them easier to pass through the damaged roads by their bikes or motorcycles when going to school or backhome.
* Many villagers never went out from their villages or went to Merauke Town, just because of worried about the possibilities passing through more damaged road in certain spots.
In this new year of 2012, we hope that members of Regency House of Representatives (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, DPRD –Ed.), especially who were elected from electoral area of Bupul, would come here to directly observe and see our real problems.

  • Pasifikus Anggojai, Villager of Bupul, District of Bupul, Merauke.
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in Comments, READERS FORUM | Tagged , , | Leave a comment