Undian Rumah Bantuan, Janda-janda Tidak Dapat

Tanggal 27 Juni 2013, Bupati Merauke datang ke Kampung Torai. Waktu itu, kitorang usul supaya pemerintah bangun rumah untuk ibu-ibu janda, karena kitorang pu rumah su tidak layak. Sekarang su ada 10 rumah bantuan pemerintah, tapi bukan dikasih untuk ibu-ibu janda. Pemerintah Kampung dorang atur sendiri dan itu tidak sesuai dengan kitorang pu usulan ke Bapak Bupati. Dorang tarik undi dan yang dapat rumah itu hampir semua keluarga muda.

  • Sisilia M’jai, Warga Kampung Torai
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in WARTA WARGA, Perumahan | Tagged , | Leave a comment

Koperasi Untuk Kesejahteraan

Kitorang pu hasil laut Pantai Payum ini melimpah. Berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting ada di dalamnya. Kitorang pu hasil laut ini kalau dikelola baik pasti bisa buat kitorang pu hidup jadi lebih baik. Selain untuk kebutuhan makan minum sehari-hari, juga bisa untuk kasih sekolah anak. Kenyataannya tidak demikian. Kitorang pu hidup ya begini saja, naik turun seperti air laut. Hal ini terjadi karena kitorang tidak berdaya menghadapi penadah yang memang mengendalikan harga kitorang pu hasil laut.
Sa rasa, kalau ada koperasi produksi di Pantai Payum pasti akan merubah kitorang pu keadaan. Maksud koperasi ini adalah koperasi yang menampung dan menyediakan barang (hasil laut dan yang lainnya) dari warga dan menjualnya ke pasar. Untuk mewujudkannya, perlu bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Modal, fasilitas dan sarana pendukung lainnya harus dipersiapkan dengan baik, termasuk pelatihan dan pendampingan.

  • Martinus Gebze, Warga Pantai Payum, Distrik Merauke.
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in Pendapat, FORUM PEMBACA | Tagged , | Leave a comment

Janji Tidak Ditepati, Warga Kecewa

Bulan September 2013, Balai Taman Nasional Wasur (BTNW) bertemu dengan kitorang warga Kampung Sota. Dorang bilang akan beli kitorang pu biji Rahai dengan harga Rp. 300.000/Kg. BTNW dorang su beli kitorang pu biji Rahai tiga kali. Dorang bilang akan beli lagi di bulan Desember untuk oleh-oleh Natal dan Tahun Baru, tapi sampai saat ini dorang belum datang. Kitorang dengar katanya nanti bulan Januari, baru dorang datang beli biji Rahai lagi. Sebenarnya Kitorang kecewa, karena BTNW dorang su janji mo beli di bulan Desember.

  • Adolf Banggu, Warga Kampung Sota.
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in WARTA WARGA, Pelayanan Publik | Tagged , | Leave a comment

Tri Kanem, Kejarlah Ilmu Setinggi Langit

Tri_KanemVeronika Triariyani Kanem, 28 tahun, berdarah Muyu-Jawa, bekerja di Sekretariat Keadilan & Perdamaian Keuskupan Agung Merauke (SKP KAME). Tri Kanem, begitulah sapaan akrabnya, dikenal sebagai sosok yang penuh semangat, periang dan pekerja keras. Tahun 2003 ia menamatkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Merauke. Tahun 2005 ia bergabung dengan SKP-KAME sebagai volunteer. Di tahun yang sama, Tri melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda karena keterbatasan ekonomi ke Sekolah Tinggi Teknologi Merauke (STTM). Tahun 2011 ia di Wisuda dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom).

Ia sering mengikuti pelatihan, penelitian, dan kursus yang diselenggarakan baik di dalam maupun luar negeri. Tahun 2007, ia mengikuti kursus Bahasa Inggris di Unitec, Auckland, New Zealand selama 6 bulan. Tahun 2008 sampai 2010, ia diberi tanggungjawab sebagai koordinator pelatihan dan pendidikan basis membuat ia juga sering terjun ke kampung-kampung lokal. Tahun 2011 sampai sekarang, sebagai Manager Program.

Tri memiliki kerinduan untuk terus sekolah. Tahun 2012, ia mendapat beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya melalui program IELTS Preparation selama 6 bulan di Bali. Ia juga mendapat beasiswa StuNed untuk mengikuti kursus Participatory  Planning, Monitoring & Evaluation (PPME) – Managing for Impact, di Wageningen University, Belanda. Tahun 2014, oleh Kedutaan New Zealand, ia ditetapkan sebagai salah satu penerima New Zealand ASEAN Scholarship dari Provinsi Papua. Ia akan melanjutkan studinya pada Jurusan Women Studies di Waikato University New Zealand selama 2 tahun.

Baginya, tidak ada sesuatu yang mustahil asalkan mau berusaha, rajin belajar dan tekun berdoa.**KH

Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in LAPORAN KHUSUS, Sosok | Tagged , | Leave a comment

Jelang Natal, Pemerintah Berikan Bantuan

Tanggal 21 Desember kemarin, Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke ada kasih kitorang warga Pantai Payum bantuan untuk setiap RT Rp 15.000.000. Bantuan tersebut dibagikan di depan Geraja Katolik Payum. Dorang bilang bantuan itu untuk hadiah Natal dan Tahun Baru. Pantai Payum ini secara administratif masuk dalam wilayah Kelurahan Samkai. RT yang dapat bantuan dana itu RT 20, 22, dan 23 yang mayoritas orang Papua. Sedangkan RT 21 tidak dapat. Apapun, terima kasih pemerintah karena su kasih kitorang uang bantuan untuk Natal.

  • Paulus Kanis Basik-Basik, Warga Pantai Payum, Distrik Merauke.
Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in WARTA WARGA, Mata Pencaharian, Pelayanan Publik | Tagged , | Leave a comment

Kajian Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Kabupaten Merauke

15-18 Desember 2013 – eL-AdPPer (red_Lembaga Advokasi Peduli Perempuan Merauke) melakukan kajian PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Alam) terkait dampak MIFEE terhadap perempuan di Kampung Bupul. Kegiatan yang dilakukan dari tanggal 15 – 18 Desember 2013 ini merupakan bentuk kerjasama antara Forum Kerjasama (FOKER) LSM Papua dan mitra kerja di Kabupaten Merauke, seperti WWF, Yayasan Wasur Lestari, eL-AdPPer, YAPARPEM, BPSE YASANTO dan SILVA PAPUA LESTARI. Selain di Kampung Bupul, kegiatan PSDA dilaksanakan di tujuh wilayah yang berbeda di Kabupaten Merauke.

Dalam kajian PSDA ini, ditemukan bahwa masyarakat Kampung Bupul masih menggantungkan hidup mereka dari hutan. Hutan merupakan sumber penghidupan yang menyediakan hasil buruan, bahan bakar, maupun hasil hutan lainnya yang bisa bermanfaat bagi mereka. Hasil temuan lapangan memperlihatkan bahwa warga Kampung Bupul masih sangat bergantung pada tanaman jangka panjang seperti karet, ganemo (emping mlinjo), kelapa, dan sagu. Dari 98 kepala keluarga, hanya 5 yang sudah memanfaatkan lahan pekarangan mereka untuk tanaman jangka pendek seperti rica, umbi-umbian, dan sayur-mayur.**BG

Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Posted in Jaringan Kerja, KEGIATAN KAMI | Tagged , , | Leave a comment